images/stories/id.gif   images/stories/gb.gif

BKPM: DKI Jakarta Masih Favorit Penanaman Modal Asing pada 2011 PDF Cetak E-mail
Kontributor BKPPMD   
Thursday, 01 March 2012
BKPM : DKI Jakarta Masih Favorit Penanaman Modal Asing pada 2011

[JAKARTA] Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Provinsi DKI Jakarta masih menjadi favorit penanaman modal asing selama 2011, dengan nilai investasi US$ 4,8 miliar. "Dari total investasi PMA Rp148 triliun pada 2011, Provinsi DKI Jakarta menyerap sebesar 24,8 persen," kata Kepala BKPM Gita Wirjawan di Jakarta International Expo, Kemayoran, Kamis (19/1).

Tingginya investasi di DKI Jakarta karena merupakan ibukota negara sehingga banyak investor yang menempatkan alamat perusahaan asing di kawasan ini.

Peringkat kedua menyerap investasi asing adalah Provinsi Jawa Barat dengan nilai investasi US$ 3,8 miliar atau 19,7 persen dari total PMA 2011,
selanjutnya Provinsi Banten senilai US$ 2,2 miliar.
Menurut BKPM investasi di Jawa Barat dan Banten meliputi sektor energi seperti pembangkit listrik, bahan kimia, energi panas bumi, dan sektor jasa.

Sementara itu provinsi Papua menyerap investasi asing sebesar 1,3 miliar dolar AS atau 6,7 persen dari total PMA 2011.

Adapun investasi di Papua meliputi industri pertambangan, pembangkit listrik, migas, perkebunan, dan infrastruktur.

Sedangkan realisasi investasi berdasarkan lokasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), provinsi Jawa Barat menduduki peringkat pertama dengan investasi sekitar Rp11,2 triliun atau 14,7 persen dari total PMDN 2011 yang mencapai Rp76 triliun.
Daerah penyerap PMDN berikutnya yaitu Jawa Timur sebesar Rp9,7 triliun atau 12,7 persen dari total investasi PMDN, disusul DKI Jakarta Rp9,3 triliun atau 12,2 persen, dan berturut-turut Provinsi Riau Rp7,5 triliun, Provinsi Kaimantan Timur Rp6,6 triliun. Berdasarkan data Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BP2T) Provinsi Riau, sepanjang tahun 2011 sektor usaha yang berkembang di kawasan ini meliputi industri pulp and paper, industri hilir kelapa sawit, pabrik gula,sektor wisata, jasa dan perhotelan. [Ant/L-9].

Sumber : http://www.suarapembaruan.com
Terakhir diperbaharui ( Friday, 16 March 2012 )